Hasilkan 3,5 Ton, Situ Bagendit Jadi Primadona Baru Petani Padi Distrik Senggi
Senggi, 27 Agustus 2025 – BRMP Papua bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Penyuluh Lapangan dan Kelompok Tani Mitra Creative Makmur melakukan panen perdana perbenihan padi lahan kering (Gogo) di Kampung Woslay SP 2, Distrik Senggi, Kab. Keerom. Padi yang di panen adalah varietas Situ Bagendit kelas SS atau Label Ungu dengan umur panen 115 hari dan menghasilkan 3,5 ton/ha. Varietas Situ Bagendit merupakan jenis padi gogo yang memiliki karakteristik nasi yang pulen. Selain ditanam di lahan kering, bisa juga ditanam di lahan sawah.
Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh petani, di antaranya perihal keterbatasan sarana dan prasarana. Hingga kini, alat combine harvester belum tersedia sehingga panen masih dilakukan secara manual dengan tenaga kerja 20 orang selama 1 minggu untuk setiap hektar lahan. Selain itu, petani juga perlu waspada terhadap serangan hama, seperti ulat. Penyuluh Lapangan diharapkan terus memberikan pendampingan dan menjadi rujukan utama apabila petani menghadapi kendala hama dan penyakit.
Pak Bambang selaku ketua Kelompok Tani Mitra Creative Makmur berharap adanya perhatian serius terkait kendala ini. Khususnya dalam penyediaan combine harvester, sarana pengairan (embung), serta dukungan lain yang menunjang program peningkatan produksi pangan nasional sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
Program perbenihan dan tanam padi gogo di Kampung Woslay SP 2, Distrik Senggi merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal sekaligus memanfaatkan potensi lahan kering yang tersedia. Keberlanjutan program ini menjadi penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat, melainkan mampu memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan pemerintah, pendampingan penyuluh pertanian, serta keterlibatan aktif masyarakat, padi gogo telah terbukti tumbuh baik di lahan kering Woslay, Senggi.